BAHAYA NARKOTIKA

Posted in Uncategorized on Desember 17, 2007 by m3in13

06112007050.jpgBahaya Narkotika

Narkoba adalah istilah yang biasa disebut untuk narkotik dan obat-obat terlarang. Sedangkan obat-obatan terlarang disini yang dimaksud adalah sejenis obat tapi tidak pernah digunakan sebagai obat dalam dunia kedokteran/kesehatan yang disalahgunakan penggunaannya, contoh ekstasy. Jadi obat-obatan tersebut jelas tidak ada manfaatnya bila dikonsumsi/diminum oleh seseorang dan justru mulai merusak organ tubuh bahkan mengakibatkan kematian.

Narkotika
Kurang lebih lima ribuan tahun yang lalu, seseorang yang beragama Budha bersemedi di suatu hutan. Kemudian dia memakan daun-daunan yang mengakibatkan ia tidak merasa lapar dan ternyata diketahui akhirnya daun itu adalah daun Coca. Perihal tanaman tersebut diberitahukannya pada raja di kerjaan tersebut dan akhirnya tanaman tersebut dipelihara dan hanya diperuntukan bagi keluarga kerajaan.

Narkotik mulai diperdagangkan oleh pedagang Bangsa Arab di Negara Cina. Pada abad XVIII, Cina mulai mengimpor narkotika dari India melalui pedagang Portugis. Abad XIX perdagangan Inggris menggeser perdagangan Portugis dalam monopoli supply opium melalui East Indian Company.

Melihat penggunaan opium yang merusak masyarakat, maka pada tahun 1796 Kaisar Cina melarang penggunaan opium. Tahun 1839 Kaisar Cina menyita candu milik Inggris dari kapal yang berlabuh di Canton, sehingga akhirnya pada tahun 1840 s/d 1842 terjadi perang candu antara Cina dengan Inggris, yang akhirnya Cina mengalami kekalahan sehingga Cina harus menyerahkan Hongkong kepada Inggris sampai pada tahun 1997.

Dalam perkembangannya, narkotika dipergunakan untuk keperluan pengobatan (sebagai obat bius) yang penggunaannya harus berdasarkan ketentuan dari kedokteran dan diawasi oleh pemerintah. Tetapi oleh beberapa orang, narkotika disalahgunakan penggunaannya, yaitu tidak untuk keperluan medis tetapi digunakan untuk mabuk atau fly menurut istilah penggunanya.

Beberapa jenis narkotika yang sering kita dengar misalnya:
1. Opium masak, yaitu candu dari jicing, adalah sisa-sisa candu yang sudah diisap dan berasal dari getah opium.
2. Morpin, heroin, mariyuana; berupa tepung dan obat suntik.
3. Tanaman coca, daun coca (yang mentah dan sudah kering)
4. Tanaman ganja dan damar ganja

Dampak negatif penyalahgunaan narkotika adalah rusaknya organ tubuh , menurunnya daya tahan tubuh dan berakhir pada kematian.

Ekstasy
Adalah suatu bahan berbentuk pil dengan berbagai jenis warna dan penamaan, yang diproduksi secara gelap. Dimana kandungan zat dan kadarnya acak-acakan sesuai selera /rekayasa dari si pembuat, dan tidak dikenal dalam dunia kedokteran dan farmasi di Indonesia. Kandungan zat yang terdapat dalam ekstasy misalnya terdiri dari MBMA Denetil 3,3 (metilendialsi) Fentilamina yang termasuk dalam golongan psykotropika. Pil ekstasy tidak dikenal dalam dunia kedokteran khususnya farmakologi, dan sampai saat ini tidak pernah dipergunakan sebagai obat dalam dunia kedokteran/kesehatan.

Ekstasy yang diminum berlebihan oleh seseorang akan bereaksi setelah ± 40 menit, dan menimbulkan halusinasi, perasaan ringan dan rasa melayang (rasa gembira yang berlebihan) dari orang yang mengkonsumsi ekstasy yersebut, serta berakhir setelah 2 s/d 6 jam ataupun lebih tergantung jumlah/dosis yang diminum.

Akibat yang ditimbulkan karena penggunaan ekstasy yang ketagihan adalah rusaknya susunan syaraf dan sel-sel neuron pada otak yang akhirnya akan menimbulkan kematian, selain rusaknya organ tubuh (jantung, ginjal, hati, kulit, dll) dari si pemakai tersebut.

Beberapa nama ekstasy yang biasa dipergunakan istilahnya oleh para pemakai dan pengedarnya, antara lain: Mr. Morgan, Mr. Herman, Angel, Dust Dark, Ice, Inex, Melon, Tango, Pink, Blue Ocean, Shabu, dengan warna bervariasi.

Undang-Undang
Peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan Narkoba adalah Undang-undang RI Nomor 8 tahun 1996 tentang Pengesahan Konvensi Psikotropika 1971, Undang-undang RI Nomor 5 tahun 1997 tentang Psikotropika dan Undang-undang Nomor 22 tahun 1997 tentang Narkotika.

Menurut Undang-undang RI Nomor 5 tahun 1997 tentang Psikotropika, yang dimaksud dengan Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku. Pasal 4 (1) undang-undang ini menyatakan bahwa Psikotropika hanya dapat digunakan untuk kepentingan pelayanan kesehatan dan/atau ilmu pengetahuan.

Sedangkan menurut Undang-undang Nomor 22 tahun 1997 tentang Narkotika, yang dimaksud dengan Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan, yang dibedakan kedalam golongan-golongan (golongan I, golongan II dan golongan III).**(Dari berbagai sumber)

PEMULUNG PUN PESTA PUTAUW

Posted in Uncategorized on Desember 17, 2007 by m3in13

 

06112007050.jpgPEMULUNG PUN PESTA PUTAUW

Krisis NARKOBA pada generasi penerus bangsa di negeri ini sudah sedemikian jauh dan sangat parah yaitu bukan hanya dikonsumsi oleh kalangan terbatas seperti para selebritis, anak pejabat, mahasiswa, pelajar SMU / SMP namun juga sudah sampai kepada pemulung dan anak jalanan (Kompas, 19 April 2004). Mungkin latar belakang kebiasaan orangtua yang serba membolehkan ikut mendorong penyalahgunaan narkoba pada sebagian remaja yang terbawa arus pergaulan di kota-kota besar. Hal tersebut tidak aneh dan banyak dijumpai dimana-mana.

 

Lalu yang unik mengapa pemulung dan anak jalanan seperti As,Ch dan Am di sekitar Tanah Abang juga terjerumus memakai putauw ditengah kesulitan dan keterbelitan hidupnya ?

Coba kita sama-sama belajar memahami faktor yang melatari fenomena ini.

Faktor utama adalah kemiskinan struktural dan juga budaya yang sudah terakumulasi sejak kecil sehingga mereka benar-benar miskin secara fisik maupun akhlak / kekosongan rohani. Perkembangan mental mereka tidak menunjang pembentukan keterampilan maupun nilai-nilai atau etika kehidupan karena lingkungan sangat kumuh.Tidak ada aturan yang melekat pada dirinya. Pikiran hanya terfokus untuk mencari makan demi kelangsungan hidup. Sisa-sisa barang yang kotor di berbagai tempat sampah justru menjadi tumpuannya untuk ditukar dengan sepiring nasi. Mereka diberi istilah pemulung yakni orang yang hidup dengan mengambil barang-barang yang dibuang dengan cara mengais layaknya ayam mencari makan. Tidurpun seadanya di perkumuhan, di lahan-lahan kosong, di kolong jembatan tanpa alas dan atap yang memadai. Pendek kata mereka kaum marginal yang hidupnya tersisih oleh kemajuan zaman.
Begitu juga tidak adanya harapan untuk memperbaiki nasib dengan jelas membuat hidup mereka tercekam, putus asa dan emosional.
Rasa lapar membuat mereka menjadi sangat sensitif, sadis dan berpikiran pendek dalam mencari jalan pintas untuk mengatasi kesulitan hidupnya seperti berjudi, berbohong, mencuri, mengertak orang, pelacuran dan menjual narkoba. Padahal beriman kepada Allah SWT merupakan kekuatan untuk menjauhkan diri dari perbuatan yang munkar.
Kondisi yang parah ini menjadi lebih terpuruk lagi karena pengetahuan yang diperoleh sangat terbatas. Umumnya pemulung tidak sekolah. Mereka tumbuh dengan seleksi alam yang keras tanpa bimbingan dan pengajaran sehingga tidak mampu mengembangkan pikiran ke arah kisi- kisi kehidupan yang lain.

Bersama kemiskinan fisik, minimnya akhlak dan rasio yang tumpul maka penggunaan narkoba akan lebih memperburuk perilaku antisosial yang memang sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Luapan emosi dan pikiran sempit menjadi semakin menjerat bagai anak panah melesat jitu ke tujuannya yakni perbuatan kriminal.

Segalanya dihalalkan demi narkoba dan bukan lagi untuk kebutuhan primer. Menipu, mencuri, menjarah, memalak, merampok bahkan membunuh bisa menjadi bagian dari pola pikir adiktif pada mereka. Berdalih seperti minta uang untuk makan atau membantu teman yang sakit adalah pemandangan sehari-hari yang dapat kita temui di bus-bus umum. Bahkan ada yang terus terang minta uang dengan nada mengancam atau tidak segan-segan melakukan kekerasan terhadap sesama penumpang. Mereka tidak peduli bahwa penumpang lain sebenarnya orang yang juga tidak berkecukupan.

Meskipun kadangkala di antara mereka ada yang tertangkap, dipukuli sampai babak belur, masuk penjara, tertular HIV / AIDS atau meninggal dunia karena overdosis putauw namun mereka tidak pernah jera dan mau berubah.
Akhirnya lingkaran kemiskinan-kebodohan-tidak bermoral dan narkoba menjadi lilitan benang kusut yang sulit diurai lagi. Tidak ada dukungan dari keluarga maupun finansial yang sangat terbatas membuat sirnanya harapan sembuh bagi pemulung dengan ketergantungan narkoba.
Inilah sebuah cermin yang memantulkan wujud nyata atas semrawudnya kehidupan pada bangsa kita. Semua harus melihat dan tidak boleh apatis karena mereka adalah bagian dari kehidupan masyarakat kita juga.
Karena itu masyarakat dan pemerintah harus bersama-sama bertanggung jawab berikhtiar yang berkesinambungan dalam upaya mengatasi lilitan narkoba meskipun memang tidak mudah.
Program demand reduction harus mendasar dan berkelanjutan seperti pembinaan akhlak & perilaku keluarga di samping pendidikan yang mencerdaskan semua sisi kehidupan (akal-emosi-spritual).
Sadarkah bahwa substansi kemerdekaan itu merupakan proses pencerdasan kehidupan bangsa ?
Berarti keberadaan kita sekarang untuk kelangsungan masa depan generasi penerus.

GEJALA PEMAKAIAN NARKOBA YANG BERLEBIHAN

Posted in Uncategorized on Desember 17, 2007 by m3in13

06112007050.jpgGejala-Gejala Pemakaian Narkoba Yang Berlebihan

1. Opiat (heroin, morfin, ganja)
perasaan senang dan bahagia
acuh tak acuh (apati)
malas bergerak
mengantuk
rasa mual
bicara cadel
pupil mata mengecil (melebar jika overdosis)
gangguan perhatian/daya ingat

2. Ganja
rasa senang dan bahagia
santai dan lemah
acuh tak acuh
mata merah
nafsu makan meningkat
mulut kering
pengendalian diri kurang
sering menguap/ngantuk
kurang konsentrasi
depresi

3. Amfetamin (shabu, ekstasi)
kewaspadaan meningkat
bergairah
rasa senang, bahagia
pupil mata melebar
denyut nadi dan tekanan darah meningkat
sukar tidur/ insomnia
hilang nafsu makan

4. Kokain
denyut jantung cepat
agitasi psikomotor/gelisah
euforia/rasa gembira berlebihan
rasa harga diri meningkat
banyak bicara
kewaspadaan meningkat
kejang
pupil (manik mata) melebar
tekanan darah meningkat
berkeringat/rasa dingin
mual/muntah
mudah berkelahi
psikosis
perdarahan darah otak
penyumbatan pembuluh darah
nystagmus horisontal/mata bergerak tak terkendali
distonia (kekakuan otot leher)

5. Alkohol
bicara cadel
jalan sempoyongan
wajah kemerahan
banyak bicara
mudah marah
gangguan pemusatan perhatian
nafas bau alkohol

6. Benzodiazepin (pil nipam, BK, mogadon)
bicara cadel
jalan sempoyongan
wajah kemerahan
banyak bicara
mudah marah
gangguan pemusatan perhatian

Tanda-Tanda Kemungkinan Penyalahgunaan Narkotika dan Zat adiktif

a. Fisik
berat badan turun drastis
mata terlihat cekung dan merah, muka pucat, dan bibir kehitam-hitaman
tangan penuh dengan bintik-bintik merah, seperti bekas gigitan nyamuk dan
ada tanda bekas luka sayatan. Goresan dan perubahan warna kulit di tempat
bekas suntikan
buang air besar dan kecil kurang lancar
sembelit atau sakit perut tanpa alasan yang jelas

b. Emosi
sangat sensitif dan cepat bosan
bila ditegur atau dimarahi, dia malah menunjukkan sikap membangkang
emosinya naik turun dan tidak ragu untuk memukul orang atau berbicara kasar
terhadap anggota keluarga atau orang di sekitarnya
nafsu makan tidak menentu

c. Perilaku
malas dan sering melupakan tanggung jawab dan tugas-tugas rutinnya
menunjukkan sikap tidak peduli dan jauh dari keluarga
sering bertemu dengan orang yang tidak dikenal keluarga, pergi tanpa pamit
dan pulang lewat tengah malam
suka mencuri uang di rumah, sekolah ataupun tempat pekerjaan dan menggadaikan
barang-barang berharga di rumah. Begitupun dengan barang-barang berharga
miliknya, banyak yang hilang
selalu kehabisan uang
waktunya di rumah kerapkali dihabiskan di kamar tidur, kloset, gudang, ruang yang
gelap, kamar mandi, atau tempat-tempat sepi lainnya
takut akan air. Jika terkena akan terasa sakit – karena itu mereka jadi malas mandi
sering batuk-batuk dan pilek berkepanjangan, biasanya terjadi pada saat gejala
“putus zat”
sikapnya cenderung jadi manipulatif dan tiba-tiba tampak manis bila ada maunya,
seperti saat membutuhkan uang untuk beli obat
sering berbohong dan ingkar janji dengan berbagai macam alasan
mengalami jantung berdebar-debar
sering menguap
mengeluarkan air mata berlebihan
mengeluarkan keringat berlebihan
sering mengalami mimpi buruk
mengalami nyeri kepala
mengalami nyeri/ngilu sendi-sendi

Hello world!

Posted in Uncategorized on Desember 7, 2007 by m3in13

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!